Memulai Adzan dengan Bacaan Ayat

Di sebagian tempat, ada sebagian orang memulai adzannya dengan membaca ayat tertentu, seperti firman Allah,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا [الأحزاب : 56]

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab : 56)

Apakah hal seperti ini disyariatkan dalam Islam dan ada di zaman Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-?

Pertanyaan seperti pernah diajukan kepada para ulama yang terhimpun dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah di Timur Tengah yang saat itu diketuai oleh Syaikh bin Baaz -rahimahullah- dengan beranggotakan Syaikh Abdur Razzaq Afifi Al-Mishriy -dan Abdullah bin Qu’ud. Mereka memberikan fatwa bersama,

“Perkara itu tak ada di zaman beliau -Shallallahu alaihi wa sallam- dan tidak pula di zaman salah seorang diantara Khulafa’ Rosyidin -radhiyallahu anhum ajma’in-. Bahkan itu adalah bid’ah (ajaran tak berdasar dalam agama) lagi diada-ada. Sungguh telah shohih dari beliau -Shallallahu alaihi wa sallam-,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَد

“Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia (hal yang diada-ada itu) adalah tertolak”. Hadits muttafaq alaihi [HR. Al-Bukhoriy (no. 2697) dan Muslim (no. 1718) (17)]

Wabillahit taufiq wa shollallahu ala Nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shohbihi wa sallam”.

[Sumber Fatwa : Fataawa Al-Lajnah Ad-Da’imah (6/105/no. 7926)]