Tokoh Ibnu Sina yang dikenal sebagai seorang ilmuwan dan “Bapak Pengobatan Modern” pada masa keemasan peradaban Islam, sekitar tahun 1000, ternyata juga terpandang dalam dunia astronomi.

Ibnu Sina yang disebut sebagai Avicenna oleh orang-orang Eropa adalah astronom Persia yang aktif melakukan penelitian astronomi, menggerakkan observatorium besar pada masanya di wilayah Iran.

Ma’rufin Sudibyo, astronom Indonesia, mengatakan. “Ibnu Sina adalah orang pertama yang mengamati Transit Venus. Dia mengamati dengan kamera lubang jarum.”

Kamera lubang jarum adalat alat optik sederhana yang berfungsi untuk melihat fenomena langit. Kamera ini bisa dibuat dengan bahan kardus atau pipa, aluminium foil, kertas dan jarum pentul.

Ma’rufin mengatakan, pengamatan Transit Venus oleh Ibnu Sina sebenarnya dilakukan secara tak sengaja. Ibnu Sina sendiri saat itu lebih banyak mengamati fenomena-fenomena Matahari.

“Saat mengamati, ia menyaksikan ada bintik di permukaan Matahari, tampak aneh dan mencurigakan. Yang diamati diduga Transit Venus,” ungkap Ma’rufin kepada Kompas.com, Senin (4/6/2012).

Pengamatan Transit Venus oleh Ibnu Sina dilakukan pada tanggal 24 Mei 1032. Pengamatan tersebut tidak terdokumentasi secara astronomis sehingga tidak diakui sebagai pengamatan Transit Venus yang resmi.

Orang pertama yang diakui dunia melakukan dokumentasi Transit Venus adalah Johannes Kepler. Kepler memprediksikan bahwa Transit Venus akan terjadi pada 6 Desember 1631 dan 8 tahun berikutnya, 1639.

Meski Ibnu Sina bukan yang pertama mendokumentasi, diakui bahwa Ibnu Sina-lah yang pertama mengamati Transit Venus. Pengamatannya menunjukkan bahwa astronomi maju dalam dunia Islam saat itu.

“Tapi, jangan dibayangkan astronomi saat itu seperti saat ini. Saat itu, astronomi fokus pada penentuan waktu untuk ibadah dan juga identifikasi bintang-bintang yang penting untuk navigasi,” jelas Ma’rufin.

sumber : sains.kompas.com