BAHAS SIHIR. Pakar dan peneliti sihir Arab Saudi, Nashir bin Shalih Al Muzaini, mengklasifikasikan sihir Indonesia satu dari tujuh sihir berbahaya di dunia pada seminar di Graha Pena Sabtu, 2 Juni.

TUJUH jenis sihir dinilai sangat berbahaya di dunia. Sihir Indonesia, salah satunya.

KEKUATAN sihir Indonesia dikenal di luar negeri salah satu yang berbahaya. Di Arab Saudi, sihir Indonesia dikenal dengan nama sihir Jawa.

Pakar dan peneliti sihir Arab Saudi, Nashir bin Shalih Al Muzaini, mengungkapkan, tujuh jenis sihir berbahaya yang dikenal di dunia dikelompokkan ke dalam sihir rofidah, sihir sufi, sihir Maroko, sihir Jawa, sihir Oman, sihir Arab Saudi, dan sihir Vodoo (Afrika).

“Sihir vodoo yang paling berbahaya di dunia,” ujar Nashir saat membawakan materi pada seminar mengenai sihir di Graha Pena, Sabtu, 2 Juni.

Pria yang fokus melakukan penelitian sihir-sihir di seluruh dunia ini, mengatakan, sihir Indonesia yang disebutnya sihir Jawa, biasanya banyak dilakukan oleh tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja ke luar negeri.

Para TKW membawa sihir ke Arab Saudi. Nashir menyebutkan, terdapat dua motivasi yang membuat para TKW ini membawa sihir ke Arab Saudi.

Menurutnya, ada yang memakai sihir karena betul-betul ingin menyihir majikannya. Golongan ini bertujuan untuk menaklukkan majikannya lalu membawa kabur hartanya.

Namun ada juga TKW yang memakai sihir karena ketakutannya, misalnya takut mengalami kekerasan. Untuk jenis yang terakhir ini, TKW biasanya berjaga-jaga dengan menyiapkan sihir jangan sampai majikannya kasar.

“Ada TKW yang datang ingin menundukkan majikannya dengan sihir. Tujuannya hanya untuk menghindari kekerasan dari majikan, bukan ingin mengambil hartanya,” imbuhnya yang disarikan oleh penerjemah Mujawwid Arif yang juga panitia pelaksana. Nashir memang menyampaikan materi dalam Bahasa Arab.

Untuk menghindari sihir, lanjut Nashir, seseorang harus melakukan ketaatan beribadah, mengindari kemungkaran atau perbuatan tercela, dan memperbanyak zikir kepada Allah سبحانه و تعالى‎ . Sementara bagi mereka yang terlanjur terkena sihir, maka pengobatannya adalah dengan rukyah syariah dan doa.

Untuk rukyah syariah, kata dia, setiap orang bisa melakukannya menggunakan ayat-ayat Alquran atau kalamullah yang mengandung nama dan sifat Allah سبحانه و تعالى‎ , dilakukan dengan menggunakan kalimat yang diketahui maknanya, serta meyakini bahwa rukyah tidak memberi pengaruh dengan sendirinya, tetapi dengan izin Allah سبحانه و تعالى‎ .

Selain membahas pengertian dan macam-macam sihir, Shalih juga menerangkan asal-muasalnya. Ia mengatakan, asal-muasal sihir berasal dari Babilonia (Irak) lalu tersebar ke seluruh dunia, hingga masuk ke Indonesia.

Secara bahasa, kata dia, sihir adalah sesuatu yang lembut dan tersembunyi. Sedang dalam istilah, sihir adalah azimat dan sejenisnya yang mempengaruhi hati dan badan, membuat sakit atau memisahkan pasangan suami istri.

Shalih saat ini sudah menulis beberapa buku di antaranya, Al Hisnu Al Mani fi Azkar Al Yaum wa Al Lailah (Benteng Kokoh dengan Zikir Pagi dan Sore) dan Wiqayah Alinsan min Assihir wa Al Ain wa Al Jan (Membentengi Diri dari Sihir dan Jin).

Panitia pelaksana, Mujawwid Arif, mengatakan, kegiatan pelatihan peningkatan kemampuan dalam rukyah syariah ini digelar oleh Fastaqim Solution yang bekerja sama dengan Global Istiqamah Foundation. Kegiatan ini sasarannya untuk memberi pemahaman kepada umat Islam tentang sihir dan cara mengatasinya. (zuk)
RIDWAN MARZUKI, Graha Pena