Memperhatikan permohonan fatwa nomor 590 tahun 2006 yang berisi:

Apakah boleh menggunakan sisa dari uang yang disumbangkan untuk membangun masjid guna mendirikan rumah sakit di sampingnya sebagai ganti dari pendirian menaranya yang hingga kini belum dibangun? Perlu kami sampaikan bahwa lahan yang akan dijadikan tempat pembangunan rumah sakit tersebut juga termasuk lahan yang hendak digunakan untuk mendirikan masjid itu.

Jawaban : Mufti Agung Prof. Dr. Ali Jum’ah Muhammad

Uang yang disumbangkan oleh para donatur untuk tujuan tertentu, seperti pendirian masjid, rumah sakit atau sekolah, harus digunakan sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan selama hal itu memungkinkan. Jika uang tersebut melebihi kebutuhan sehingga terdapat sisa, maka sisa tersebut harus disumbangkan untuk tujuan sejenis demi merealisasikan secara penuh terhadap tujuan para donatur tersebut. Hal itu karena pihak pengumpul sumbangan itu –baik perorangan atau badan hukum— merupakan wakil dari para donatur, sementara wakil tidak boleh melakukan sesuatu di luar keinginan muwakkil (pihak yang mewakilkan kepadanya).

Namun, jika uang itu disumbangkan tidak untuk tujuan tertentu, tapi sekedar disumbangkan sebagai bantuan secara umum atau diberikan sebagai sedekah jariyah tanpa batasan tertentu, maka boleh menggunakan sisa dari dana suatu proyek sosial untuk proyek sosial lainnya.
Dengan demikian, berdasarkan pertanyaan di atas, jika sumbangan itu diberikan oleh para donatur untuk keperluan masjid itu saja, atau diberikan untuk keperluan masjid secara umum, maka sisanya hanya boleh digunakan untuk mendirikan menara masjid, membiayai perluasan masjid atau untuk mendirikan masjid lain. Sehingga, tidak boleh menggunakannya untuk tujuan lain, seperti mendirikan rumah sakit.

Wallahu subhânahu wa ta’âlâ a’lam.

sumber = http://www.dar-alifta.org