Bagaimana seharus-nya menjadi wanita muslimah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه و سلم تسليما كثيرا أما بعد:

Para pembaca yang di rahmati oleh allah di zaman sekarang banyak sekali dari kalangan kaum muslimin bermudah-mudahan di dalam menerapkan syariat islam khusus-nya para wanita kaum muslimin yang di mana mereka tidak mengetahui bagaimana seharus-nya menjadi wanita muslimah yang sebenar-nya oleh karena itu pada kesempatan kali ini penulis ingin menjelaskan secara ringkas bagaimana seharus-nya menjadi wanita muslimah yang berpegang teguh dengan agama-nya

1. Seharus-nya bagi wanita muslimah bertaqwa kepada allah karena hanya dengan taqwalah seseorang mendapatkan kebahagian yang hakiki sebagaimana allah jelaskan di dalam firman-nya :

واتقوا الله لعلكم تفلحون

Bertaqwalah kepada allah agar kalian mendapatkan kemenangan

Dan hanya dengan meningkatkan ketaqwaan kepada allah lah yang bisa menyampaikan kita ke surga

Allah memerintahkan kepada hambanya untuk bertqwa sebenar-benar taqwa sebagaimana dikatakan di dalam firman-nya

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian meninggal kecuali dalam keadaan sebagai orang islam

Di dalam ayat di atas allah menjelaskan kepada kita wajib-nya bagi kaum muslimin bertaqwa kepada allah

Khusus-nya para wanita karena rasul pernah menyatakan di dalam hadist yang sohih :

فتصدقن فإن كن من حطب جهنم

Perbanyaklah sedekah karena kalian adalah penghuni( bahan bakar ) neraka

Didalam hadist yang lain nabi menyatakan :

إذا صلت المراة خمسها و صامت شهرها و حفظت فرجها و اطاعت زوجها قيل لها ادخلي الجنة من أي أبوابها شئت

Jika seorang wanita melaksanakan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan memelihara kemaluan-nya ,taat kepada suami-nya di katakana kepada-nya masuklah surga dari pintu mana saja

2. Hendaklah memperhatikan istri-istri nabi dan juga wanita dari kalangan sahabat rasul di dalam bermuamalah baik cara mereka berpakaian dan cara mereka ber ahlak karena tidaklah yang mereka lakukan kecuali dengan petunjuk nabi hanya dengan itulah kita selamat di dunia dan di akherat sebagaimana allah jelaskan di dalam firman-nya

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Dan orang-orang yang terdahulu dari kalangan muhajirin dan ansor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada allah dan di janjikan kepada mereka surga-surga yang mengalir di dalam-nya sungai-sungai kekal di dalam-nya selamanya yang demikian adalah kemenangan yang besar

3. Pada zaman sekarang banyak sekali wanita dari kalangan kaum muslimin yang bermudah-mudahan di dalam permasalahan hijab dan ini yang paling banyak di langgar oleh wanita pada zaman sekarang ketahuilah bahwa nabi bersabda di dalam hadist yang sohih:

المرأةُ عورةٌ ، فإذا خَرَجَت اسْتَشْرَفَهَا الشيطانُ ، وأقربُ ما تكونُ مِن ربِّها إذا هيَ في قَعْرِ بيتها

Wanita adalah aurat jika keluar di hiasi oleh syaithon,lebih dekat terhadap robb-nya jika berada di rumah

Di dalam hadist di atas menunjukan bahwa wanita adalah aurat oleh karena itu syariat islam memerintahkan untuk para wanita jika tidak mempunyai keperluan yang mendadak untuk tidak keluar kecuali bersama mahram-nya dan juga selain itu di wajibkan bagi wanita jika keluar untuk menggunakan jilbab allah menjelaskan di dalam firman-nya :
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ .

Katakana kepada wanita mu,min agar menundukan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan tidak menampakan perhiasan mereka kecuali yang Nampak dan hendaknya memakai kerudung ke seluru badanya dan tidak menampakan perhiasan-nya kecuali kepada suami-suaminya atau kepada bapak-bapak mereka dan kepada orang tua suami atau kepada anak-anak mereka dan anak suami-nya atau kepada saudara-saudaranya dan anak dari saudara-nya atau anak dari saudara perempuan-nya dan juga para wanita atau yang berhubungan dengan mereka dari para laki-laki yang tidak memiliki syahwat

Berkata ibnu kastir dan yang lain-nya yang di maksud dengan kerudung yang menutupi kepala sampai dengan dada sehingga tidak terlihat

Dan berkata pula di berhubungan dengan ayat di atas hendaknya seorang wanita tidak menampakan perhiasanya kepada laki-laki yang bukan mahrom-nya kecuali yang tidak bisa di tutupi seperti pakaian dan lain sebagainya

Di dalam ayat di atas terdapat dalil wajib-nya bagi wanita menutupi aurat seluruh badan wanita dengan jilbab sebagaimana di jelaskan juga di dalam ayat yang lain :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Wahai nabi katakana kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan wanita kaum muslimin agar menurunkan jilbab-nya yang demikian lebih mudah untuk di ketahui dan mereka tidak di ganggu dan sesungguh-nya allah maha pengampun dan maha penyayang

di dalam ayat diatas terdapat dalil di syariatkan-nya jilbab yaitu kain yang menutupi badan wanita dari kepada sampai bawah biasa-nya yang seperti ini di pakai ketika keluar rumah sebagaimana di jelaskan nabi di dalam hadist yang sohih dari umi atiyah menyatakan :

أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نخرجهن في الفطر والأضحى : العواتق والحيض وذوات الخدور فأما الحيض فيعتزلن الصلاة ويشهدن الخير ودعوة المسلمين . قلت : يا رسول الله إحدانا لا يكون لها جلباب ؟ قال : لتلبسها أختها من جلبابها

Kita di perintahkan nabi untuk keluar pada idul fitri dan idul adha

Para wanita perawan dan wanita haidh untuk keluar sholat dan menyaksikan kebaikan dakwa syiar kaum muslimin kemudian saya berkata :
wahai rasulullah salah satu dari kita tidak mempunyai jilbab. Berkata rasul hendaklah memakai milik saudara-nya

Berkata ulama ketika menjelaskan hadist ini di sini jilbab di gunakan ketika keluar rumah berdalil dengan hadist ini dan wanita tidak keluar jika tidak memiliki jilbab di sini juga di katakan ulama bahwa wanita di syariatkan menggunakan kerudung I rumah dan jilbab jika keluar sebagaimana di jelaskan syaikh nasiruddin al albani di dalam kitab-nya jilbab mar’atil muslimah

Dan di katakana ulama dua ayat yang telah kita sebutkan di atas di tafsirkan hijab bagi wanita muslimah dan di syaratkan jilbab hendaknya menutupi seluruh tubuh wanita sehingga tidak Nampak bagian dari tubuh wanita yang menyebabkan fitnah hikmah dari perintah allah untuk menutupi seluruh tubuh sebagaimana di jelaskan pada kelanjutan ayat tersebut untuk lebih mudah membedakan antara wanita muslmah multazimah dengan wanita fasiq kafirah dan diantara hikmah daripada jilbab wanita tidak di ganggu oleh lelaki hidung belang ketika menutupi seluruh tubuh-nya dengan hijab atau jilbab adapun wanita zaman sekarang mereka merasa cukup dengan menutupi rambutnya saja sedangkan pakaian yang mereka pakai tidak ada beda-nya dengan tidak memakai pakaian yaitu sebagaimana orang telanjang yang seperti ini merupakan sebab diganggunya mereka dengan laki-laki hidung belang yang tidak takut terhadap rabb-nya dan wanita yang seperti ini tidak mencium bau surga sebaimana di katakana nabi di dalam hadist yang sohih bahwa pada akhir zaman aka ada wanita yang berpakaian tapi telanjang dan pada akhir hadist ini d katakana nabi tidak akan mencium bau dari pada surga.

4. Setelah kita tau tentang wajib-nya hijab di sini ingin kita jelaskan sedikit tentang di syariatkan-nya bagi wanita untuk menggunakan penutup wajah dan penutup tangan sebagaimana di jelaskan dalam hadist asma binti abi bakar

كنا نغطي وجوهنا من الرجال

Kita menutupi wajah kita dari laki-laki (yang bukan mahrom)

Dan didalam hadist yang lain bahwa nabi melihat aisyah menggunakan penutup wajah

Dan juga dari sofiyah b inti syaibah menyatakan :

رأيت عائشة طافت بالبيت وهي منتقبة

Saya melihat aisyah towaf dengan dia memakai niqob (cadar)

Begitu juga para wanita dari kalangan tab’in mereka menggunakan niqob ketika keluar rumah

dan yang demikian bukan suatu yang asing bagi wanita dari kalangan sahabat.

Di jelaskan ulama bahwa hijab syar’I mempunyai syarat-syarat yang harus di penuhi diantara-nya :

– Hendak-nya menutupi seluruh tubuh sebagaimana di jelaskan pada ayat-ayat diatas

– Tidak menjadi perhiasan bagi dirinya karena allah menyatakan لا يبدين زينتهن

Tidak menampakan perhiasanya

Di dalam ayat yang lain allah menyatakan :

وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى

Mereka berada di rumah-rumah mereka dan janganlah berhias sebagaimana zaman jahiliyah

Di dalam ayat diatas allah memerintah kan kepada wanita muslimah untuk berdiam diri di rumah sebagaimana wanita pada zaman nabi dan selain itu juga allah memerintahkan untuk tidak berhias sebagai mana wanita zaman jahiliya

Maksud dari perintah jilbab adalah untuk menutupi anggota badan sehingga terjauh dari fitnah dan syahwat jika jilbab di jadikan perhiasan dengan menggunakan berbagai macam bentuk pakaiN bahkan sampai anggota badan-nya Nampak maka tidak ada guna-nya ayat yang telah kita sebutkan diatas

Perlu di fahami baju wanita yang berwarna cerah bukanlah suatu perhiasan karena rasul pernah menyatakan :

طيب النساء ما ظهر لونه وخفي ريحه

Wanita yang baik yang Nampak warna-nya dan baunya tidak Nampak

Maksud-nya sebaik-baik wanita adalah yang menggunakan warna cerah dan tidak menggunakan wangi-wangian . dan yang demikian adalah yang di lakukan wanita para sahabat sebagaimana di jelaskan :

عن القاسم – وهو ابن محمد بن أبي بكر الصديق

أن عائشة كانت تلبس الثياب المعصفرة وهي محرمة

Dari qosim bin muhamad bin abi bakr asiddiq bahwasanya aisyah menggunakan baju berwarna kekuning-kuningan ketika berihrom

Hal ini menunjukan bahwa berpakaian yang terdapat warna adalah sesuatu yang di bolehkan asal syaarat yang telah kita sebutkan terpenuhi

– Syarat yang ketiga hendaknya pakaian yang di pakai tidak ketat dan tidak tipis karena nabi memperingatkan dari yang demikian :

سيكون في آخر أمتي نساء كاسيات عاريات على رؤوسهن كأسنمة البخت العنوهن فإنهن ملعونات

Akan ada pada akhir zaman wanita-wanita dari umatku berpakaian tapi telanjang di kepala-nya seperti punuk-punuk onta mereka di laknat( dijauhkan dari rahmat allah)

Berkata ibnu abdil barr yang di maksud di sini adalah wanita yang berpakaian tipis mereka sesungguhnya berpakaian tapi telanjang

– Yang ke empat hendak-nya pakaian yang di gunakan dan jilbab lebar tidak ketat dan membentuk tubuh karena tujuan dari pada jilbab adalah menghindar dari fitnah oleh karena itu hendaklah pakaian yang di gunakan lebar

– Yang kelima hendak-nya tidak memakai wangi-wangian sebagaimana di katakana nabi

أيما امرأة استعطرت فمرت على قوم ليجدوا من ريحها فهي زانية

Seorang wanita jika memakai wewangian dan melewati satu golongan kemudian mereka mencium bau-nya maka hal ini sebagai mana wanita pezina

Di dalam hadist yang lain nabi menyatakan :

إذا خرجت إحداكن إلى المسجد فلا تقربن طيبا

Jika keluar salah satu dari kalian ke masjid maka janganlah mendekati wewangian (menggunakan wewangian)

Dan banyak lagi hadist yang menunjukan haramnya wanita menggunakan wewangian jika keluar rumah sebab di haramkan-nya di katakana ulama karena dengan wanita memakai wewangian dapat mengundang sayahwat kaum laki-laki oleh karena itu rasul melarang wanita menggunkanx kecuali untuk suaminya

– Yang kelima hendaknya pakaian itu tidak menyerupai pakaian laki-laki sebagaimana di katakana nabi dari abu huraira menyatakan:

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل يلبس لبسة المرأة والمرأة تلبس لبسة الرجل

Rasul melaknat laki-laki menggunakan pakaian wanita dan wanita menggunakan pakaian laki-laki

Di dalam hadist yang lain nabi menyatakan :

ليس منا من تشبه بالرجال من النساء ولا من تشبه بالنساء من الرجال

Bukan dari golongan kita siapa yang menyerupai laki-laki dari kalangan para wanita dan siapa yang menyerupai wanita dari kalangan laki-laki

– Yang keenam hendak-nya pakaian tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir

Karena nabi menyatakan :

من تشبه بقوم فهو منهم

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka di termasuk golonganya

Dan banyak lagi ayat dan hadist yang memerintahkan kita untuk menyelisihi yahudi dan ahlul kufr

– Yang terahir hendaklah pakaian tidak termasuk pakaian yang di pakai untuk pamer atau yang di katakan pakaian syuhro karena nabi menyatakan barang siapa yang memakai pakaian syuhro di dunia niscahya allah akan pakaian baju kehinaan di akherat

Oleh karena itu buat saudari-saudariku hendaknya memperhatikan masalah hijab syar’I karena sebagaimana di katakana nabi ketika di tunjukan neraka beliau menyatakan kebanyak penghuni-nya adalah wanita.

نسأل الله أن ينفعنا انه ولي ذلك والقادر عليه والحمد لله رب العالمين