Telah kita ketahui bersama bahwasa-nya pada akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian yang terjadi dan kejadian ini di pandang oleh dunia di sebabkan ajaran islam, pada kesempatan kali ini penulis ingin menjelaskan secara global apakah terorisme bagian dari agama ini atau tidak?

Islam adalah agama yang di penuhi dengan rahmah dan kasih sayang sebagaimana allah jelaskan di dalam firman-nya:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tidak lain kami mengutusmu (wahai muhamad ) hanya untuk menebar kasih sayang kepada seluruh alam

Di dalam ayat diatas sangat jelas sekali bahwa allah mengutus nabi muhamad untuk menebar kasih sayang terhadap sesama, begitu juga nabi kita dan junjungan kita Muhammad mengajarkan kepada kita kasih sayang dan kelembutan, sebagaimana di jelaskan di dalam adab al mufrad dari hadist Abdullah bin amr bin ash bahwa nabi menyatakan :

ارحموا ترحموا

Berkasih sayanglah niscahya allah akan merahmati kalian

Di dalam hadist yang lain nabi menyatakan:

ارحموا من في الارض يرحمكم من في السماء

Berkasih sayanglah terhadap mahluk di muka bumi niscahya dzat yang ada di atas langit akan merahmati kalian.

Di dalam hadist yang lain rasul menyatakan :

شاة ان رحمتها يرحمك الله

Kambing jika engkau menyayangi-nya niscahya allah akan merahmatimu .

Di dalam hadist yang lain nabi juga menyatakan:

الرفق ما كان من شيء الا زانه وما نزع من شيء الا شانه

Kelembutan jika di gunakan akan menghiasi segala sesuatu jika di cabut kelembutan akan mengacaukan segala sesuatu.

Begitu juga nabi kita ketika mengajarkan kepada istri-nya aisyah bagaimana akhlaq seorang muslim, ketika aisyah mendengar ahlul kitab menyatakan celakalah engkau wahai muhamad, berkata aisyah kalian celakalah laknat atas kalian, kemudian berkata nabi kepada aisyah:

مهلا يا عائشة

Pelan-pelan wahai aisyah, tidakah engkau mendengar aku telah menjawa dengan jawaban wa alaika, kemudian nabi menjelaskan tentang hadist rifq (kelemah lembutan).

Di dalam ayat dan hadist-hadist di atas menunjukan bahwa agama islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang, bahkan nabi Muhammad ketika di ganggu oleh orang-orang kafir, sampai-sampai hampir saja nabi terbunuh oleh mereka,mereka melempari nabi dengan batu, kemudian allah mengutus malaikat jibril dan berkata jibril:

يا رسول الله ان الله قد علم ما صنع بك قومك ,قد ارسل معي اليك ملك الجبال, ان شئت أن تأمره فامره فإنهم سيطبقون الأخشبين. فقال نبينا: لا ولكني ارجو ان يخرج من اسلابهم من يؤمن بالله ولا يشرك به شيئا

Wahai rasulullah sesungguh-nya allah telah mengetahui apa yang di lakukan kaumu terhadapmu, telah di kirim bersamaku malaikat-malaikat penunggu gunung, jika engkau mau untuk memerintahkan mereka, maka perintahkanlah, mereka akan membalikan dua gunung yang besar, kemudian nabi berkata:

Jangan, akan tetapi aku berharap aka nada dari keturunan mereka siapa yang beriman kepada allah, dan tidak syirik kepada-nya.

Di dalam hadist anas juga di jelaskan ketika nabi di ganggu oleh orang-orang kafir quraish, nabi berdoa :

اللهم اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون.

ya allah ampunilah kaumku sesungguh-nya mereka tidak mengetahui.

Ini adalah pendidikan nabi kita Muhammad terhadap kaum muslimin, bahkan nabi mengajarkan kita untuk tidak membalas kesalahan dengan kesalahan akan tetapi dengan timbangan syariat, berapa banyak para sahabat disiksa, di caci maki, dengan demikian nabi masih memerintahkan dengan sabar, karena ketidak mampuan,dan kelemahan kaum muslimin pada waktu itu, karena kesabaran membuahkan kemenangan, sebagaimana di dalam perjanjian hudaibiyah, di mana orang-orang kafir mengingkari janji mereka, setelah kejadian itu allah memberikan kemenangan terhadap kaum muslimin, di jelaskan dalam firman-nya:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Sesungguh-nya kita telah berikan kemenangan untukmu, kemenangan yang nyata.

Kemudian masuk ahlul islam dengan keselamatan dan kesejahteraan.

Yang kedua bagaimana sikap seorang muslim, di dalam menghadapi fitnah yaitu fitnah takfir dan fitnah al khowarij, seharus-nyalah bagi kaum muslimin menimbang permasalahan ini dengan timbangan syariat,

Dalil-dalil syar’I menunjukan sebalik-nya yang di yakini orang-orang kafir bahwa islam adalah agama teroris dan agama garis keras,

Islam adalah agama rohmah sebagaimana dalam hadist-hadist dan ayat yang telah kita sebutkan diatas.

Kekerasan adalah termasuk kerusakan di muka bumi, allah menyatakan:

وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا

Dan janganlah kalian merusak di muka bumi setelah perbaika-nya.

Akhir-akhir ini terjadi kejadian-kejadian seperti pengeboman, pengrusakan, dan lain sebagai-nya, dimana orang-orang kuffar menuduh kaum muslimin sebagai biang dari apa yang terjadi, pada hakikat islam berlepas diri dari kekerasan dan pengrusakan,dan yang demikian adalah pemikiran khowarij sebagaimana rasul menyebutkan mereka sebagai anjing-anjing neraka.

Khowarij adalah golongan yang muncul pada zaman nabi, ketika nabi membagikan harta rampasan perang, datang kepada nabi seseorang dari bani tamim yang bernama dhul khuwaisiroh,kemudian berkata kepada nabi:

اعدل يا محمد فقال النبي ويلك ومن يعدل

Berlaku adilah wahai muhamad berkata nabi celakalah engkau siapa lagi yang berlaku adil.

Kemudian berkata umar ijinkanlah aku menebas leher-nya kemudian berkata nabi:

دعه فان له اصحابا يحقرون صلاتكم مع صلاتهم و صيامكم مع صيامهم

Tingalkan dia sesungguh-nya dia mempunyai golongan yang solat kalian tidak ada apa-apanya dengan mereka, puasa kalian tidak ada apa-apa-nya dengan mereka.

Dan banyak lagi hadist-hadist yang meriwayatkan tentang khowarij.

Ibadah mereka lebih baik dari pada para sahabat nabi, akan tetapi nabi menyatakan :

يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية

Mereka melewati agama ini sebagaimana anak panah melewati busur-nya.

Mereka khowarij di katakan nabi melewati batas-batas agama ini sampai keluar batas dari agama ini,dan mereka selalu berusaha untuk keluar dari waliyul amr muslim,dengan hujjah bahwa waliyul amr tidak berhukum dengan syariat allah, ini semua di karenakan ghuluw fi din dan tidak memahami dalil-dalil syar’I,

Agama islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan, dan agama ini di bangun di atas hikmah dan musamahah, dan juga agama yang memperhatikan maslahat dan juga membuang segala sesuatu yang terdapat kejelekan dan kerusakan ,nabi kita memperingatkan agar tidak bersikap ghuluw sebagaimana di jelaskan di dalam hadist yang sohih:

واياكم و الغلو فإنه أهلك من كان قبلكم

Berhati-hatilah dengan ghuluw karena sesungguh-nya ghuluw membinasakan umat sebelum kalian.

Ini adalah termasuk sebab yang paling utama muncul-nya firqoh khowarij ,

Diantara sebab-sebab yang lain adalah tidak berlaku keadilan, ini hendak-nya di perhatikan baik dari kalangan masyarakat atau para pembesar-pembesar kita, ketidak adilan merupakan sebab muncul-nya pemahaman seperti ini allah menyatakan:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan janganlah kalian menjadikan kebencian terhadap suatu kaum untuk tidak berlaku adil, bersikap adilah karena yang demikian lebih dekat kepada ketaqwaan,dan bertaqwalah kepada allah karena allah mengetahui atas apa yang kalian perbuat.

Di dalam ayat diatas di wajibkan bagi kaum muslimin untuk berlaku adil kepada siapapun, karena sebagaimana di jelaskan di dalam kitab-kitab tafsir kaum di dalam ayat di atas adalah orang-orang kafir, maka terhadap orang kafir kita di perintahkan untuk berlaku adil apalagi terhadap orang yang beriman, oleh karena itu marilah kita instropeksi diri kita apakah kita sudah berlaku adil khusus-nya, kepada pihak yang berwenang, yang mengatur negri ini.

Diantara sebab-sebab muncul-nya firqoh khowarij dan pemikiran garis keras, tidak berhukum-nya Negara-negara islam dengan syariat allah swt, karena telah kita ketahui bersama bahwa tujuan dari di ciptakan mahluk adalah untuk beribadah kepada allah, sebagaimana di jelaskan allah di dalam firman-nya :

وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون

Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.

Begitu juga allah memerintahkan kita untuk menegakan agama ini dan mengikuti syariat-nya, sebagaimana allah menyatakan:

ثم جعلناك على شريعة من الامر فاتبعها ولا تتبع أهواء الذين لا يعلمون

Kemudian kita telah jadikan kepadamu diatas syariat dari suatu perkara maka ikutilah, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.

Dua ayat diatas menunjukan bahwa wajib bagi kita untuk mengikuti syariat yang allah turunkan kepada nabi-nya, yaitu tunduk ibadah kepada allah dan menerima hukum-hukum allah sebagaimana allah jelaskan:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah seorang yang beriman dan wanita beriman jika allah dan rasul-nya memerintahkan satu perkara, hendaknya mereka mempunyai pilihan dari perkara mereka, barang siapa yang bermaksiat kepada allah dan rasul-nya maka dia telah sesat kesesatan yang jelas.

Yaitu seorang yang beriman seharus-nya mengetahui bahwa pilihan-nya adalah apa yang di jelaskan allah dan rasul-nya, oleh karena itu pada akhir ayat ini allah menjelaskan, menyelisihi perintah allah dan rasul-nya adalah suatu kesesatan.

Wajib bagi semua orang yang beriman untuk menerima syariat allah dan rasul-nya, secara keseluruhan dan berhukum dengan-nya.

Masalah khowarij dan pemikiran islam yang sifat-nya bergaris keras, berputar dalam masalah hukum dengan selain hukum allah,

Dasar agama kita adalah satu aqidah dan satu keyakinan bertauhid kepada allah dan meninggalkan kesyirikan dan memperingatkan manusia dari yang demikian,rasul meninggalkan kita di atas kesempurnaan islam, tidak akan menympang dari jalan-nya kecuali orang-orang yang binasa, di sini sebagian manusia mengikuti jalan yang salah di dalam memahami ayat-ayat qur’an dan hadist-hadist nabi, seperti khowarij mereka bersikap ghuluw di dalam takfir kaum muslimin dengan sekedar melakukan dosa besar, bahkan mereka memerangi kaum muslimin dengan hujjah mereka telah keluar dari islam,karena sekedar berhukum dengan selain hukum allah, mereka berdalil dengan firman allah ta’ala:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Barang siapa yang berhukum dengan selain hukum allah maka mereka adalah orang-orang yang kafir.

Ayat diatas adalah ayat yang dijadikan patokan oleh khowarij, atas pengkafiran seorang muslim yang berhukum dengan selain hukum allah, di sini bantahan terhadap mereka yang tidak faham terhadap maksud dari pada ayat ini,asbabu nuzul ayat inilah yang menjelaskan maksud dari pada ayat tersebut.

Ayat diatas diturunkan kepada yahudi sebab pentakfiran yahudi tersebut karena mereka juhud (menginkari) hukum-hukum allah,

di riwayatkan towus dan ibnu abbas, ibnu mas’ud kekafiran di sini adalah kufrun duna kufrin yaitu kekufuran yang tidak sampai keluar dari islam, dan sebagian ulama menyatakan kufr di sini di sebabkan inkar terhadap al qur’an berdalil dengan apa yang diriwayatkan ibnu umar bahwa seorang yahudi datang kepada nabi, berkata bahwa seorang dari laki-laki dan wanita dari kalangan mereka berzina, dan berkata kepada-nya rasul:

ما تجدون في التورة في شأن الرجم

Apakah kalian tidak menjumpai di dalam kitab taurat tentang rajam.

Mereka berkata di cambuk,

Kemudian berkata sahabat Abdullah ibnu sallam kalian telah berbohong( Abdullah ibnu sallam adalah seorang yahudi yang masuk islam) di dalam taurat ada hukum rajam, maka berkata datangkan taurat, maka salah satu dari mereka meletakan tangan-nya dan menutupi ayat rajam, dan membaca ayat yang sebelum-nya, kemudian berkata Abdullah ibnu sallam, angkat tanganmu maka diangkatlah tangan-nya dan terdapat di bagian yang di tutupi ayat tentang rajam,maka nabi memerintahkan kedua pezina itu dengan rajam. Di jelaskan di dalam riwayat lain yahudi itu menyatakan jika muhamad memerintahkan di cambuk maka ambilah jika memerintahkan rajam maka tinggalkan, jadi di dalam kisah di atas merupakan sebab turun-nya ayat ini, dan para sahabat juga menjelaskan maksud dari ayat ini, telah jelas bagi kita atas batil-nya pernyataan yang menyatakan kufr di sini kufur mutlak, sebab turun-nya ayat di atas, karena mereka juhud dan mengingkari ayat rajam yang ada di dalam kitab taurat, maka di turunkan ayat ini.

Diantara dalil yang menjadi hujjah khowarij, di dalam pengkafiran para pemimpin, adalah firman allah ta’ala yang menyatakan:

ولقد بعثنا في كل امة رسولا ان اعبدوا لله و اجتنبوا الطاغوت

Dan telah kita utus pada setiap umat rasul agar mereka menyembah allah dan meninggalkan toghut.

Berdalil dengan ayat ini atas kufur-nya pemimpin negri-negri islam karena mereka tidak berhukum dengan hukum allah, dan mereka berhukum dengan toghut,

Bantahan di sini sebagaimana di jelaskan ahli tafsir tentang ayat ini seperti ibnu katsir dan lain sebagainya, bahwasanya allah mengutus kepada setiap umat rasul untuk memerintahkan agar mereka beribadah ikhlas karena allah,dan maksud dari meninggalkan toghut di sini setiap yang di sembah selain allah karena sebagaimana di katakan ulama, thoghut jika di sebutkan dalam konteks umum maka yang di maksud setiap yang disembah selain allah swt, yang di maksud di dalam ayat ini adalah kesyrikan ini adalah perbuatan yang tidak diampuni oleh allah, sebagaimana di jelaskan di dalam firman-nya:

ان الله لا يغفر ان يشرك به و يغفر ما دون ذلك لمن يشاء

Sesungguh-nya allah tidak akan mengampuni, hamba yang syirik kepada-nya dan mengampuni selain syirik sesuai kehendak-nya.

Maksud dari pada thoghut jika di sebutkan dalam konteks umum adalah setiap dzat yang di ibadahi selain allah, di sebutkan ulama toghut juga bisa berarti lain seperti syaiton, berhukum dengan selain hukum allah, adapun ayat di atas yang di maksud adalah kembali ke asal jika di sebutkan toghut dalam konteks umum berarti yang di maksud adalaha yang di sembah selain allah, karena, ayat sebelum-nya menyebutkan tentang ikhlas ibadah kepada allah, ini adalah yang di jelaskan ulama ahli tafsir,

Adapun khowarij mengartikan ayat ini secara mutlak toghut adalah yang berhukum dengan selain hukum allah, dan perlu kita fahami juga,ayat yang menjelaskan tentang kekufuran atau hadist yang meyatakan kafir-nya sesuatu , belum tentu keluar dari islam,di dalam qoidah umum tentang lafadh الكفر bukan berarti mutlak keluar dari islam, contoh lain rasul menyatakan :

سباب المسلم فسوق و قتاله كفر

Mencela seorang muslim fasiq dan membunuh-nya kufr.

Jika kita fahami hadist ini secara konteks kalimat dengan tidak memperhatikan bagaimana sahabat memahami dan menjelaskan hadist ini maka membunuh adalah perbuatan kufur murtad keluar dari agama, di dalam hadist ini tidak satu ulamapun yang memahami bahwa kufur di sini murtad, akan tetapi yang di maksud kufrun duna kufrin, yaitu kekafiran yang tidak keluar dari islam, yaitu satu perbuatan maksiat kepada allah,oleh karena itu di dalam ayat setelah-nya allah jelaskan:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْظالمون

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفاسقون

Yaitu bisa di katakana kafir, dolim atau fasiq, jadi mutlak kafir, tidak menyatakan pernyataan dan pemikiran seperti ini kecuali khowarij dan ahlu sunnah berlepas dari apa yang mereka fahami dalil-dalil syar’I menunjukan khilaf yang mereka fahami.

Tentang khowarij

Khowarij adalah firqoh yang muncul pada zaman nabi, sebagaimana pada awal artikel ini,aqidah mereka mengkafirkan dosa besar dengan sekedar melakukan perbuatan maksiat, pendiri firqoh ini adalah sebagaimana kita jelaskan diatas, seseorang dari bani tamim yang di katakana nabi dhul khuwaisiroh,nama dul khuwaisiroh ahlul ilm berbeda pendapat, inti perbedaan ini rasul menjuluki-nya dhul khuwaisiroh, penjelasanya telah kita sebutkan diatas.

Pengkafiran seorang muslim bukan masalah yang mudah oleh harus sesuai dengan aturan yang telah di jelaskan oleh syariat, oleh karena itu syaikh ibrohim ar-ruhaili menulis tulisan yang berjudul dhowabit takfir, menjelaskan di dalam-nya aturan-aturan atas pengkafiran seorang muslim,asal dan umdah dari permasalahan takfir asal-nya seorang muslim haram darah-nya kehormatan-nya dan juga harta-nya sebagaimana di katakana nabi:

المسلم على المسلم حرام دمه وماله و عرضه.

Muslim atas muslim yang lain haram darah-nya harta-nya dan kehormatan-nya.

Oleh karena itu di dalam menghukumi seorang muslim baik itu kafir,bid,ah fasiq dan lain sebagai-nya harus dengan bukti yang jelas, karena semua apa yang kita lakukan di pertanggung jawabkan di sisi allah, sebagaimana di jelaskan di dalam firman-nya:

ولا تقف ما ليس لك به علم , ان السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤلا

Jangan lah engkau berhenti dengan apa yang tidak engkau ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati semua akan di pertanyakan di sisi allah.

Di dalam hadist yang sohih rasul menjelaskan:

أَيُّما رَجُلٍ قالَ َلأخيهِ يا كافِرُ فَقَدْ باءَ بِها أَحَدَهُما

Seseorang berkata kepada saudara-nya kafir maka akan kembali ke salah satu-nya.

Di sini ketika seseorang menyatakan kepada saudara-nya kafir di syaratkan telah jelas apa yang di lakukan daripada kekufuran, dan telah tegak hujjah atas-nya setelah itu baru di kembalikan kepada ahlul ilm perkara-nya.

Bagaimana mengobati penyakit pemikiran khowarij

1. Menyebarkan ilmu syar’I yang berdasarkan al qur’an dan sunnah dengan pemahaman salaful ummah, dan memudahkan jalan-jalan menuju kesana, ini juga nasehat kepada waliyul amr para pemimpin negri ini, hendak-nya membantu dan mendukung penyebaran ilmu syar’I yang sohih yang benar berdasarkan alqur’an dan sunnah.

2. Berusaha untuk memperbaiki kehidupan beragama dengan berpegang teguh kepada alqur’an dan sunnah dengan pemahaman salaful sholih.

3. Kepada para pemimpin hendak-nya bertaqwa kepada allah, dan menjadikan al qur’an dan sunnah sebagai pedoman kehidupan sehari-hari baik kehidupan dunia dan akhirat, dan juga menerapkan kandungan dari alqur’an dan sunnah sesuai apa yang di jelaskan dan di fahami oleh sahabat tabi’in dan tabiut tabi’in

Inilah sekilas tentang khowarij dan kaitan khowarij dengan terorisme.

Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat, jika ada kesalahan mohon di ma’lumi karena tidak lain hanya dari saya sendiri dan dari syaiton, dan kebenaran tidak lain hanya dari allah semata.

نسأل الله ان ينفعنا بما كنا انه ولي ذلك والقادر عليه والحمد لله رب العالمين.

Abu abdirahman

Mekkah al mukaramah

25 rajab 1432 hijriyah