Ramadhan dan ahkam siyam

Para pembaca yang di rahmati allah swt, dalam beberapa hari kemudian kaum muslimin akan memasuki bulan yang di katakan allah di dalam firman-nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
Bulan romadhan yang di turunkan di dalam-nya al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasan dari petunjuk juga pembeda (al-haq dan batil)barang siapa yang menyaksikan-nya maka berpuasalah.
Di dalam ayat diatas di jelaskan bahwa bulan ramdhan adalah bulan di turunkan-nya al-qur’an dan di wajibkan bagi kaum muslimin berpuasa di dalam-nya.
Karena semakin dekat-nya bulan ramadhan, pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan sedikit tentang bulan ramadhan dan yang berhubungan dengan-nya seperti puasa dan apa saja yang di syariatkan di bulan ramadhan.
Arti romadhan secara bahasa:
Di jelaskan di dalam kamus lisanul arab berasal dari kata رمض yang berarti panas yang sangat,di katakan juga orang yang berpuasa kerongkongan-nya kering dan panas karena dahaga, berkata ibnu faris di dalam mu’jam maqoyis ر م ض asal yang menunjukan sesuatu yang panas, الرمض berarti batu yang panas disebabkan panas-nya sengatan matahari, oleh karena itu bulan romadhan terjadi pada musim panas.
Arti secara istilah:
Bulan romadhan adalah bulan suci yang di wajibkan bagi kaum muslimin berpuasa di dalam-nya sebagaimana allah katakana di dalam firman-nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
Bulan romadhan yang di turunkan di dalam-nya al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasan dari petunjuk juga pembeda (al-haq dan batil)barang siapa yang menyaksikan-nya maka berpuasalah.

Berdasarkan penjelasan diatas telah kita ketahui tentang bulan ramadhan dan wajib bagi kaum muslimin berpuasa, dan illah (sebab) di syariatkan-nya puasa pada bulan ramadhan, agar manusia menerapkan ketaqwaan kepada allah sebagaimana allah jelaskan di dalam firman-nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.
Di dalam ayat diatas terdapat dalil bahwa di syariatkan-nya puasa pada bulan ramadhan agar meningkatkan ketaqwaan-nya.
Diantara hikmah-nya pula di katakana ulama terdapat penyucian jiwa (tazkiyatunafs) dari segala macam kejelekan, dan puasa menyempitkan jalan-jalan syaiton karena syaiton mengalir di tubuh manusia sebagaimana mengalir-nya darah, jika seorang banyak makan dan minum terpancing untuk melakukan ma’siat kepada allah, sebalik-nya jika manusia berpuasa akan melemahkan keinginan syahwat.
Puasa di dalam bahasa arab berasal dari kata صام –يصوم –صوما yang berarti الامساك menahan diri , arti secara istilah di katakan ulama :
التعبد لله عز وجل بإمساك بنية عن شيء مخصوص في زمن مخصوص من شخص مخصوص
Beribadah kepada allah dengan menahan diri dengan niat dari sesuatu yang khusus, pada waktu yang di tentukan,untuk seseorang yang di tentukan.
Maksud dari arti secara istilah ini :
1. Beribadah kepada allah puasa pada bulan ramdhan adalah ibadah dengan ijma’ kaum muslimin allah menyatakan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.

Di dalam hadist yang sohih nabi menyatakan :
بني الإسلام على خمس
Islam di bangun diatas 5 perkara., di sebutkan diantara-nya puasa ramadhan.
Ini menunjukan puasa adalah ibadah.
2. Dengan niat yaitu niat berpuasa pada bulan ramadhan, karena tidak ada amalan kecuali di barengi dengan niat sebagaimana di katakan rasul dari hadist umar bin khotob :

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى
Sesungguh-nya amalan tergantung niat, dan setiap orang tergantung apa yang di niatkan.
3. Sesuatu yang khusus yaitu seorang yang berpuasa menahan diri dari sesuatu antara dua:
– di perintahkan menahan diri dari ghibah, maksiat dan semisal-nya ini di perintahkan setiap saat, hal ini tidak merusak ibadah seseorang akan tetapi mengurangi pahala puasa.

– Menahan diri ketika berpuasa dari makan minuman dan segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit-nya matahari sampai tenggelam-nya matahari.

4. Seseorang yang di tentukan yaitu muslim mukallaf puasa di wajibkan atas seorang muslim, tidak sah puasa seorang kafir
Mukallaf akil baligh , tidak di wajibkan puasa bagi anak kecil,bagi yang mampu seorang muslim yang sakit tidak bisa menjalankan ibadah puasa di perbolehkan untuk tidak berpuasa sebagaimana allah katakan di dalam firman-nya:
فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Barang siapa diantara kalian sakit atau dalam perjalanan maka ganti pada hari yang lain.

5. Pada waktu yang di tentukan jumhur ulama berijma’ bahwa waktu puasa dari terbit-nya matahari sampai tenggelam-nya matahari allah menyatakan:
وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ.
Makan-lah dan minumlah sehingga telah jelas atas kalian benang putih dari benang hitam pada waktu fajar,kemudian sempurnakan puasa sampai menjelang malam.
Yaitu sehingga muncul fajar sodiq pada pagi hari yang menunjukan terbit-nya matahari.

Keutamaan puasa bulan ramadhan
Di jelaskan di dalam sohihain :
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : كل عمل ابن آدم له , قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به إنه ترك شهوته و طعامه و شرابه من أجلي للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه و لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك
Dari abu hurairah rodhiallahu anhu dari nabi berkata:setiap amal bani adam untuk diri-nya sendiri,Berkata allah kecuali puasa karena puasa untuku dan akulah yang mengganjar-nya sesungguh-nya manusia meninggalkan syahwat-nya dan makanan-nya , minuman-nya karenaku, bagi seorang yang berpuasa terdapat 2 kebahagiaan :
Kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu robb-nya, dan bau mulut seorang yang berpuasa lebih baik di sisi allah dari bau misk.
Di dalam hadist di atas menjelaskan kepada kita keutamaan berpuasa diantara-nya amalan seorang yang berpuasa diganjar langsung oleh allah, dan juga kebahagian yang di dapat oleh orang yang berpuasa di sisi allah, bau yang di keluarkan seorang yang berpuasa lebih baik di sisi allah dari bau wewangian, sebagaimana di jelaskan di dalam hadist di atas.
Di dalam riwayat di jelaskan bahwa amalan bani seorang yang berpuasa di bulan ramadhan ganjaran-nya dilipat gandakan menjadi 700 kali lipat.
Diantara keutamaan bulan ramadhan pada bulan ini menjadi penyuci dari dosa sebagaimana di katakana nabi :
الصلوات الخمس الجمعة إلى الجمعة و رمضان إلى رمضان مكفرات لما بينهن ما اجتنبت الكبائر
Solat 5 waktu jum’at ke jum’at dan romadhan ke romadhan menjadi penyuci dosa jika menjauhi dosa-dosa besar.
Di dalam hadist yang lain:
من صام رمضان إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه و ما تأخر
Barang siapa yang berpuasa bulan romadhan mengimani dan mengharapkan pahala akan di ampuni dosa-nya yang telah lalu dan yang akan datang.

Bagaimana seorang muslim mengetahui masuk-nya bulan ramadhan
Yang pertama dengan ru’yatul hilal sebagaimana di katakana allah di dalam firman-nya :

فمن شهد منكم الشهر فليصمه
Rasul menyatakan di dalam hadist yang sohih:

صوموا لرؤيته و افطرو لرؤيته
Puasalah dengan melihat hilal dan berbukalah karena-nya .
Hal ini menunjukan wajib-nya melihat hilal untuk mengetahui masuk-nya bulan ramadhan.
Yang ke dua dengan mendengar kabar dari yang melihat hilal di syaratkan adil, dan akil baligh hal ini sebagaimana di katakan umar bahwasanya manusia melihat hilal dan aku kabarkan nabi tentang-nya kemudian memerintahkan manusia berpuasa.
Yang ketiga dengan cara menyempurnakan bilangan bulan sya’ban di sini jika tidak bisa seseorang melihat bulan dengan mata-nya di karenakan mendung dan lain sebagai-nya maka di perintahkan untuk menyempurnakan bilangan bulan sya’ban sebagaimana di katakana nabi , di dalam hadist yang sohih
إنما الشهر تسعة وعشرون يوما؛ فلا تصوموا حتى تروا الهلال، ولا تفطرون حتى تره، فإن غم عليكم؛ فاقدروا له
Sesungguh-nya bulan 29 hari, janganlah kalian berpuasa sehingga melihat hilal,dan janganlah berbuka sehingga melihat hilal,jika di tutupi mendung maka sempurnakan bulan sya’ban (30) hari
Di dalam hadist yang lain dari hadist abu hurairah nabi menyatakan:
فإن غم عليكم؛ فعدوا ثلاثين
Jika mendung , hitunglah 30 hari.
Menunjukan diantara cara mengetahui masuk keluar-nya ramadhan dengan, menyempurnakan bilangan bulan sya’ban dengan syarat jika tidak bisa melihat bulan secara jelas, karena mendung dan lain sebagai-nya .
Faidah:
Berkaitan tentang masalah masuk keluar-nya ramadhan, banyak sekali diantara kaum muslimin menggunakan hisab berdasarkan hitungan bulan hijriyah , hal ini sangat bertentangan dengan nash yang jelas menjelaskan cara mengetahui masuk keluar-nya bulan ramadhan, dan juga sebagaimana di katakan nabi di dalam hadist yang sohih nabi menyatakan : bulan demikian dan demikian mengisyaratkan dengan tangan-nya 10 tiga kali menunjukan satu bulan 30 hari atau dan 10 dua kali lalu mengisyaratkan 9 yaitu 29 hari, dan sebelum-nya nabi menyatakan :

انا امة امية لا نكتب ولا نحسب
Sesungguh-nya saya umat yang buta huruf tidak bisa menulis ataupun menghitung.
Kemudian rasul menjelaskan bulan imam 30 imma 29 hari.
Hal ini menunjukan batil-nya pendapat yang menyatakan hisab sebagai pedoman untuk mengetahui masuk keluar-nya bulan ramadhan.

Sunnah-sunnah berkaitan dengan bulan romadhan
1. sahur sebagai mana di katakan nabi di dalam hadist yang sohih :
تسحروا فإن في السحوربركة
Bersahurlah karena terdapat di dalam-nya barokah
2. mengakhirkan sahur sebagaimana di jelaskan di dalam hadist anas bin malik yang meriwayatkan dari zaid bin tsabit menyatakan:

تسحرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم قام إلى الصلاة قال أنس: قلت لزيد: كم كان بين الأذان والسحور؟ قال: قدر خمسين آية
Kita bersahur bersama nabi kemudian langsung melaksanakan salat berkata anas berapa jarak antara adzan dan sahur berkata zaid 50 ayat .
Menunjukan di sunnahkan-nya sahur mendekati adzan subuh, di sini terdapat juga bantahan bagi sebagian orang yang menjadikan al imsak pada waktu-waktu tertentu, jika mereka meyakini hal ini maka bisa jatuh kepada bid’ah dan rasul menyatakan di dalam hadist yang sohih :

من عمل عملا ليس عليه امرنا فهو رد
Barang siapa yang melakukan amalan yang tidak ada perintah-nya dari kami maka amalan itu tertolak .
3. mempercepat berbuka jika telah memasuki waktu-nya sebagaimana di katakan nabi di dalam hadist sahl bin sa’d bahwa nabi menyatakan:

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر
Manusia masih dalam kebaikan selama masih mempercepat berbuka.

Di dalam hadist yang lain :

عن أنس رضي الله عنه: “كان النبي صلى الله عليه وسلم يفطر قبل أن يصلي على رطبات، فإن لم تكن رطبات؛ فتمرات، فإن لم تكن تمرات؛ حسا حسوات من ماء
Dari anas bin malik rodiallahu anhu : bahwa nabi berbuka sebelum solat dengan rutob(kurma yang belum di keringkan),jika tidak menjumpai dengan kurma, jika tidak menjumpai dengan air.

4. Berdoa ketika berbuka sebagaimana di katakana nabi :
إن للصائم عند فطره دعوة ما ترد
Sesungguh-nya bagi seorang yang berpuasa ketika berbuka mempunyai doa yang tidak di tolak.
Dan nabi mencontohkan doa ketika berbuka dengan sabda-nya:

ذهب الظمأ، وابتلت العروق، وثبت الأجر إن شاء الله”.

Telah pergi dahaga, urat nadi telah basah, dan di tetapkan pahala insya allah.
5. Membaca al-qur’an di bulan ramadhan, bulan ramadhan adalah syahrul qur’an rasul sallalahu alaihi wasallam meningkatkan kwalitas-nya di dalam belajar dan membaca al-qur’an sebagaimana di jelaskan di dalam sohihain dari Abdullah bin abbas:
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : كان النبي صلى الله عليه و سلم أجود الناس و كان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل فيدارسه القرآن
Dari Abdullah bin abbas rodiayallahu anhuma bahwa-sanya nabi adalah orang yang paling banyak bersedekah dan nabi lebih berkwalitas lagi di bulan ramadhan ketika jibril mengajarkan al-qur’an.

Pembatal puasa
1. Jima’ pada pagi hari bulan romadhan
Sebagaimana dikatakan nabi di dalam hadist abu hurairah menyatakan :

بينما نحن جلوس عند النبي -صلى الله عليه وسلم- إذ جاءه رجل فقال: يا رسول الله هلكت! قال “ما لك” -ولفظ مسلم قال: وما أهلكك- قال وقعت على امرأتي وأنا صائم -لفظ مسلم وقعت على امرأتي في رمضان-, فقال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: هل تجد رقبة تعتقها؟ قال لا, قال: فهل تستطيع أن تصوم شهرين متتابعين؟ قال لا، قال: فهل تجد إطعام ستين مسكينا؟ قال لا, قال: فسكت النبي -صلى الله عليه وسلم- فبينا نحن على ذلك أتى النبي -صلى الله عليه وسلم- بعَرَق فيه تمر – قال: أين السائل؟ فقال: أنا, قال خذ هذا فتصدق به. فقال الرجل: على أفقر مني يا رسول الله؟ فوالله ما بين لابتيها – يريد الحرتين- أهل بيت أفقر من أهل بيتي, فضحك النبي -صلى الله عليه وسلم- حتى بدت أنيابه، ثم قال: أطعمه أهلك

Ketika kita duduk bersama nabi datang kepada-nya seseorang berkata : wahai rasulullah saya telah binasa, berkata ada apa dengan-mu”di dalam riwayat muslim” apa yang membinasakan-mu? Saya menggauli istriku dan aku dalam keadaan puasa,kemudian rasul menyatakan apakah engkau mempunyai hamba sahaya untuk di bebaskan?berkata :tidak,apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut? Berkata: tidak,apakah engkau mampu memberikan makanan 60 faqir miskin? Berkata :tidak, kemudian nabi berdiam, ketika kami dalam keadaan demikian nabi datang dengan korma, dan berkata ambilah dan bersedekahlah dengan-nya, kemudian berkata adakah yang lebih miskin dariku wahai rasul, dan demi allah antara dua tempat ada keluarga yang lebih miskin dari kelurgaku,kemudian nabi tertawa sehingga Nampak gigi taring-nya dan berkata berikan makan kepada keluargamu.
Di dalam hadist di atas telah jelas bahwasa-nya jima’ di siang hari pada bulan ramadhan membatalkan puasa seseorang, dan di dalam hadist di atas terdapat penjelasan tentang kafarah(pengganti) dari jima’ pada siang hari bulan ramadhan diantara-nya:
1. Puasa 2 bulan berturut-turut tanpa ada cela
2. Jika tidak mampu memberi makan 60 faqir miskin
3. Jika tidak mampu bersedekah semampunya.

2. Makan dan minum dengan sengaja hal ini membatalkan puasa seseorang sebagaimana allah jelaskan :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
Makanlah dan minumlah sehingga jelas untuk kalian benang putih dari benang hitam dari fajar(sodig) kemudian sempurnakan puasa sampai malam hari

Di dalam ayat di atas menunjukan bahwa-sanya makan dan minum setelah memasuki fajar sodiq membatalkan puasa seseorang.

3. Memuntahkan sesuatu dengan sengaja
Sebagaimana di katakana nabi :
من ذرعه القيء فليس عليه قضاء, ومن استقاء عمدا فليقض
Barang siapa yang muntah maka tidak ada atas-nya qodho’ barang siapa yang muntah dengan sengaja maka di wajibkan atas-nya qodho’
Hadist di atas menunjukan bahwa sengaja memuntahkan makanan atau lain sebagai-nya dapat membatalkan puasa seseorang

4. Haidh dan nifas bagi wanita bahkan di haramkan bagi wanita haidh dan nifas untuk melaksanakan puasa, jika mereka berpuasa maka tidak di ganjar puasa-nya dan harus mengganti dengan hari yang lain, hal ini sebagaimana di katakana nabi di dalam hadist aisyah bahwa aisyahdi tanya :
ما بال الحائض تقضي الصوم، ولا تقضي الصلاة؟ فقالت: أحرورية أنت؟ قالت: لست بحرورية ولكني أسأل. قالت: كان يصيبنا ذلك فنؤمر بقضاء الصوم، ولا نؤمر بقضاء الصلاة
Bagaimana wanita haidh mengganti puasa dan tidak mengganti solat, berkata aisyah apakah engkau seorang khowarij? Dan berkata penanya tidak akan tetapi saya sekedar bertanya, telah terjadi seperti yang demikian dan kami di perintahkan mengganti puasa dan tidak untuk mengganti solat.
5. Murtad dari islam ketika dalam keadaan puasa sebagaimana di katakan allah :

وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
Barang siapa yang kufur maka dia telah membatalkan amalan-amalan-nya.

Yang di perbolehkan bagi seorang yang berpuasa
1. Makan dan minum karena lupa sebagaimana di katakan nabi dari hadist abu hurirah bahwa nabi menyatakan:

إذا نسي فأكل، أو شرب فليتم صومه فإنما أطعمه الله وسقاه
jika seseorang lupa makan dan minum maka sempurnakan puasa-nya karena sesungguh-nya allah-lah yang memberikan-nya makan dan minum.
2. Junub pada pagi hari bulan ramadhan dan mimpi yang menyebabkan keluar-nya mani sebagaimana di katakana aisyah:

كان يدركه الفجر، وهو جنب من أهله، ثم يغتسل، ويصوم
Rasul pernah mendapati fajar, dan dia dalam keadaan junub kemudian mandi dan berpuasa.
Adapun mimpi yang menyebabkan keluar-nya mani tidak membatalkan puasa karena yang demikian bukan dari kehendak-nya allah menyatakan:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang kecuali dari usaha-nya.
3. Mencium istri jika merasa aman dari syahwat sebagaimana di katakana aisyah:

كان النبي -صلى الله عليه وسلم- يُقبِّل، وهو صائم، ويباشر، وهو صائم ولكنه أملكُكم لإِربه
Nabi pernah mencium dan dia dalam keadaan puasa,dan menyentuh dan dia dalam keadaan puasa akan tetapi nabi orang yang menguasai syahwat-nya.
Di dalam hadist diatas terdapat dalil di perbolehkan-nya menyentuh dan mencium pada siang hari bulan ramadhan dengan syarat aman dari syahwat.
4. Masuk-nya sesuatu ke kerongkongan dengan tidak memaksudkan-nya untuk berbuka atau tidak bermaksud makan atau minum, yang demikian tidak mengapa karena allah tidak membebani seseorang kecuali dari apa yang di niatkan.
5. Menyiram kepala dengan air atau berkumur untuk mendinginkan diri, hal ini adalah sesuatu yang mubah karena tidak ada dalil yang menjelaskan atas haram-nya, jadi kembali ke asal hukum-nya mubah.
6. Suntikan yang tidak mengandung makanan hal ini di perbolehkan
7. Hijamah , bekam ulama berbeda pendapat akan masalah ini pendapat yang paling rojih wallahu a’lam bahwa hijamah tidak membatalkan puasa.

Sebab-sebab di perbolehkan-nya seseorang berbuka puasa
1. Sakit dan Safar (dalam bepergian) sebagaimana di katakan allah :
فمن كان منكم مريضاً أو على سفر فعدة من أيام أخر
Barang siapa diantara kalian sakit atau dalam bepergian maka ganti pada hari-hari yang lain.
2. Wanita menyusui dan hamil jika di takutkan membinasakan kandungan bagi wanita hamil atau wanita menyusui di takutkan anak yang di susui sakit , maka hal ini di perbolehkan berbuka dengan di ganti pada waktu yang lain. Nabi menyatakan :
إن الله عز وجل وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة، وعن الحبلى والمرضع الصوم
Sesungguh-nya allah telah meletakan(membebaskan ) musafir dari puasa dan setengah dari solat-nya dan dari wanita hamil dan menyusui dari puasa-nya.
3. Orang tua yang tidak mampu melaksanakan puasa, sebagaimana dikatakan allah:
وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين
Dan bagi orang-orang yang berat untuk (melaksanakan puasa) maka fidyah-nya memberi makan setiap hari fakir miskin
Begitu juga orang yang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh maka di hukumi sebagaimana orang tua yang tidak mampu melaksanakan puasa, dan di wajibkan atas-nya membayar fidyah dengan memberi makan faqir miskin setiap hari.
4. Kelaparan yang sangat yang menyebabkan kebinasaan allah menyatakan :
ولا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة
Dan janganlah kalian menjadikan dengan tangan-tangan kalian kebinasaan, di wajibkan atas-nya mengqodo’ puasa pada hari yang lain.

Ma’lum bahwasanya islam di bangun di atas samhah, segala sesuatu yang di mana manusia tidak mampu untuk melakukan-nya maka di perbolehkan meringankan sesuatu itu diantara-nya puasa allah menyatakan :
لا يكلف الله نفسا الا وسعها
Sesungguh-nya allah tidak membebani seseorang kecuali dari yang di usahakan-nya.
Jika manusia tidak mampu dalil-dalil syar’I menunjukan di sana ada rukhso(keringanan) yang bisa diambil
Rasul menyatakan :
عليكم برخصة الله
Hendaklah kalian mengambil rukhso-nya allah.
Aturan dalam masalah ini dengan tidak bermudah-mudahan seperti hal-nya seseorang dengan sengaja berbuka dengan tanpa sebab hal ini adalah perbuatan yang di haramkan, dan juga tidak bersikap ghuluw, berlebih-lebihan , akan tetapi seorang muslim bersikap tengah dalam segala sesuatu.

Lailatul qodr

Allah menyatakan di dalam surat al qodr:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Sesungguh-nya kita turunkan (alqur’an) pada malam lailatul qodr(1) taukah engkau apa malam lailatul qodr(2) lailatul qodr malam yang lebih baik dari seribu bulan(3) malaikat turun di dalam-nya dengan izin robb-nya menurunkan setiap perkara(4)keselamatan pada malam itu sampai terbit fajar(5)

Di dalam surat di atas terdapat penjelasan tentang lailatul qodr, bahwasanya malam ini adalah malam di turunkan al qur’an (permulaan-nya) sebagaimana di katakan allah di dalam firman-nya:
إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

Sesungguh-nya kita turunkan(alqur’an) pada malam yang penuh berkah.
Yaitu malam lailatul qodr yang bertepatan pada bulan ramadhan sebagaimana di katakana ibnu katsir :
وهي ليلة القدر، وهي من شهر رمضان، كما قال تعالى: { شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
Yaitu malam lailatul qodr dari bulan ramadhan sebagaimana di katakana allah : bulan ramadhan yang diturunkan di dalam-nya al qur’an
Catatan:
Sebagian manusia menjadikan tanggal 17 dari bulan ramadhan sebagai hari nuzulul qur’an lebih parah-nya lagi sebagian orang menjadikan acara khusus pada malam ini, hal ini sangat bertentangan dengan islam dan islam berlepas diri dari yang demikian karena :
– Al qur’an di turunkan pada malam lailatul qodr yang bertepatan pada sepuluh hari terahir dari bulan ramadhan sebagaimana di katakan allah :
انا انزلناه في ليلة القدر
Sesungguh-nya kita turunkan(alqur’an) pada malam lailatul qodr

Telah kita ketahui bahwa lailatul qodr jatuh pada 10 hari terahir dari bulan ramdhan
– Sebagian orang menjadikan malam 17 dari bulan ramdhan acara yang di khususkan dan menganggap ibadah hal ini sangat bertentangan dengan apa yang di lakukan nabi dan para sahabt-nya tidak seorangpun Dari mereka menjadikan malam 17 bulan ramadhan acara,bahkan pada malam-malam lailatul qodr sendiri mereka menyibukan dengan ibadah membaca al qur’an sedekah dan lain-sebagai-nya, nabi memperingatkan dari amalan yang tidak di contohkan sebagaimana di dalam sabda-nya:

من عمل عملا ليس عليه امرنا فهو رد
Barang siapa yang melakukan amalan yang tidak ada contoh-nya dari kami maka amalan itu tertolak.

Pada malam ini (lailatul qodr) penuh dengan rahmat dan ampunan allah oleh karena itu allah mengibaratkan dengan konteks pertanyaan (taukah engkau apa itu lailatul qodr) ibadah pada malam ini menyamai ibadah seribu bulan (dalam satu malam) dan malaikat turun pada mala mini untuk mengqodo’ segala sesuatu selama setahun , dan terdapat keselamatan karena banyak-nya kebaikan pada malam ini sampai pagi hari.
Beramal ibadah pada malam lailatul qodr adalah anjuran dari nabi sebagaimana di jelaskan di dalam hadist sohih nabi menyatakan:
من قام ليلة القدر إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
barang siapa menegakan malam lailatul qodr mengimani dan mengharapkan pahala dari allah maka diampuni dosa yang telah lalu dan yang akan datang
dan rasul menghidupkan malam-malam ini dengan solat,membaca alqur’an, sedekah, doa dan ibadah-ibadah lain-nya, bahkan nabi mengajarakan kepada aisyah doa pada 10 hari terahir :
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
ya allah sesungguh-nya engkau pengampun dan engkau menyukai ampunan maka ampunilah aku.
Waktu lailatul qodr ulama berbeda pendapat akan tetapi kebanyakan ulama berpendapat mala mini jatuh pada 10 hari terahir dari bulan ramadhan sebagaimana di katakana nabi :
تحروا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان
Carilah lailatul qodr pada 10 hari terahir di bulan romadhan.
Dan lebih di tekankan pada malam-malam ganjil di bulan ramadhan sebagaimana di katakan nabi:

تحَّروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان”
Carilah lailatul qodr pada malam-malam ganjil dari 10 hari terahir bulan romadhan.
Diantara tanda-tanda lailatul qodr sebagaimana diriwayatkan hasan pagi hari-nya sangat bersahabat,tidak panas dan tidak dingin.
Berkata imam al baghowi di dalam tafsir-nya allah jadikan malam lailatul qodr malam yang tidak di ketahui kepastian-nya agar hamba bersungguh-sungguh mencari malam lailatul qodr pada 10 hari terahir dan pada bulan ramadhan secara umum, sebagaimana allah sembunyikan waktu di kabulkan-nya doa pada hari jum’at…….sampai perkataan beliau allah menyembunyikan hari kiamat agar manusia berusaha untuk melaksanakan ketaan.
Perkataan imam baghowi menjelaskan hikmah tidak di pastikan-nya lailatul qodr agar manusia mencari-nya dengan ketaan.
Di syariatkan pula bagi kaum muslimin untuk melaksanakan I’tikaf di baitullah.
I’tikaf arti secara bahasa adalah istiqomah melaksanakan sesuatu secara terus-menerus , arti secara syariat adalah tinggal di masjid untuk melaksanakan ketaatan kepada allah dengan niat I’tikaf
I’tikaf di syariatkan dalil-dalil dari al-qur’an dan sunnah, bahkan ijma’ tentang di syariatkan-nya I’tikaf, sebagaimana allah katakana di dalam firman-nya:
ولا تباشروهن وأنتم عاكفون في المساجد
Janganlah menyentuh(jima”) dan engakau dalam keadaan I’tikaf di masjid-masjid allah.
Di riwayatkan dari hadist ibnu umar , aisyah dan lain-lain menjelaskan bahwa nabi ber-I’tikaf pada 10 hari terahir pada bulan ramadhan dan di dalam riwayat nabi I’tikaf 20 hari, akan tetapi kebanyakan yang di lakukan nabi bahwa nabi I’tikaf pada 10 hari terahir bulan ramadhan.
Di sunnah-kan I’tikaf setiap waktu bulan ramadhan mauapun selain bulan ramadhan,paling sedikit sehari semalam,dan tempat-nya kebanyakan ulama berpendapat bahwa I,tikaf di syariatkan di masjid-masjid yang di tegakan di dalam-nya solat berjamaah,dan di utamakan bagi wanita I’tikaf di masjid rumah-nya, perbedaan ulama dalam masalah ini sangat banyak akan tetapi wallahu a’lam yang telah kita jelaskan diatas adalah ringkasan yang lebih dekat kepada alqur’an dan sunnah.
Hukum I’tikaf selain nadzar sunnah , jika seorang muslim bernadzar untuk melaksanakan I’tikaf maka hal ini wajib.
Syarat I’tikaf
1. Islam
2. Berakal (tamyiz)
3. Di masjid bagi kaum laki-laki
4. Niat sebagaimana di dalam hadist umar
5. Tidak dalam keadaan junub, haidh dan nifas

Tidak seharus-nya seorang yang beri’tikaf keluar dari masjid kecuali berkempentingan yang mendesak untuk keluar , seperti buang air dan mandi jinabah jika mimpi pada malam hari.
Adab-adab I’tikaf
1. Menyibukan diri untuk ketaatan seperti membaca alqur’an, solat dan lain sebagai-nya dari ibadah.
2. Di wajibkan berpuasa di bulan ramadhan dan sunnah pada selain bulan ramadhan.
3. Di utamakan di lakukan di masjid haram, nabawi, masjid al aqso
4. Di utamakan di bulan ramadhan.
5. Di sunnah-kan jika bersambung dengan idul fitri di bulan ramdhan tetap tinggal di masjid untuk melaksanakan ketaatan sebagaimana dikatakan nabi:

من قام ليلتي العيد، محتسباً لله تعالى، لم يمت قلبه يوم تموت القلوب
Barang siapa tegak dua malam (idul fitri,idul adha), mengharapkan pahala, hati-nya tidak akan mati ketika hati-hati manusia mati.

6. Meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat sebagaimana di katakan nabi :
من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه
Diantara kesempurnaan islam seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak seharus-nya(dilakukan)
Sesuatu yang di benci bagi mu’takif
1. Semua adab diatas jika di tinggalkan merupakan sesuatu yang makruh.
2. Beri’tikaf kurang dari 10 hari dikatakan sebagian ulama sesuatu yang di benci, dan melebihi dari 1 bulan, dua hal ini termasuk sesuatu yang makruh menurut sebagian ulama.
3. Beri’tikaf dengan tidak mempunyai bekal yang mencukupi bagi diri-nya.

yang membatalkan I’tikaf
1. Keluar masjid dengan tanpa udzur syar’i
2. Jima’ ulama berijma’ bahwa jima’ ketika I’tikaf membatalkan I’tikaf sebagaimana ayat yang telah kita sebutkan pada awal artikel
3. Keluar-nya mani di sebabkan sentuhan istri dengan syahwat .
4. Keluar dari islam sebagaimana di katakana allah :

لئن أشركت ليحبطن عملك
Jika engkau berbuat syirik akan membatalkan semua amalanmu.
5. Gila mengalami gangguan jiwa .
6. Haidh dan nifas bagi wanita.

Ini adalah sedikit tentang ringkasan ahkamu siyam mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat, apabila terdapat kesalahan saya bertaubat kepada allah, dan apabila kebenaran ada-nya maka tidak lain hanya dari allah semata.

نسأل الله ان ينفعنا انه ولي ذلك والقادر عليه والحمد لله رب العالمين

Abu abdirahman
Dammam
25 sya’ban 1432 hijriyah