Ini pengakuan saya. Nyata dan bukan fiksi.

Saya hanyalah seorang petani desa. Dari kecil telah terbiasa bekerja kasar seperti membajak sawah, menggembala sapi dan mengangkut padi dalam karung goni.
Suatu waktu kami panen dan saya dipercayakan oleh ayah untuk mengantar hasil panen itu ke koperasi unit desa.Puluhan ton telah terbawa ke KUD, tentunya dengan menggunakan kuda pengangkut.
Setiap padi yang telah diangkut ke KUD, ayahku selalu disiplin mencatatnya.
Setiap saya dari KUD, sayapun mendapat catatan dari pegawai KUD.
Sekali waktu catatan pegawai KUD keliru dan sangat menguntungkan buat ayahku. Sayapun bergembira karena ayahku akan mendapatkan uang yang lebih dari harga padi yang sesungguhnya.
Sayapun menemui ayahku dengan perasaan menang atas kesalahan catatan pegawai KUD. Setelah ayahku mengamati baik-baik catatan KUD, ternyata memang keliru.
Saya berpikir ayahku akan senang namun malah menyruhku kembali ke KUD untuk memberitahu bahwa catatan KUD keliru sebab tidak sesuai dengan sesungguhnya.
Ayahku memberiku catatan itu sambil berkata: “Nak. Jangnlah kita membodohi orang dan jangan juga mau dibodohi”.
*****
Maaf, hanya inilah pengalaman hidup saya yang sempat saya bagikan kepada kawan-kawan… Mungkin tak terlalu bermanfaat namun saya merasakan bahwa kisah nyata inilah yang selalu menjadi peganganku dalam keseharianku. Terima kasih

Read more: http://www.resensi.net