Rasanya bahagia banget hidup ini bila berguna bagi orang lain, apalagi anak sendiri. Kemana-mana kita pergi, kitapun hati-hati karena mereka butuh kita, mereka menghargai setiap kehadiran kita. Senyum dan tawa mereka menghiasi kedatangan kita, menghapus rasa lelah kita. Merekalah buluh perindu kita. Dan mereka juga ladang jihad kita, bekerja sangat keras untuk menghidupi mereka adalah ibadah wajib yang diasuransikan ke Surga bila kita mati saat menikmati kerja.

Seperti pagi ini, seorang petugas PLN mampir di kebun setelah lelah mencari alamat pelanggan yang tak jelas. Saya kagum, meski kelelahan, wajahnya tampak berseri-seri dan ikhlas. Dia cerita panjang bagaimana hidupnya bener-bener untuk anaknya, dia jalani laku prihatin orang Jawa untuk masa depan anaknya. Sholat tahajudpun terkadang sampai lupa berdoa untuk dirinya sendiri, dia memohon Allah memberi jalan yang mudah untuk kehidupan anak-anaknya. Dia sadar, anak-anaknya akan menghadapi jaman yang lain dengan jaman yang telah dia jalani, jaman yang keras dan penuh persaingan! Hasilnya anak-anaknya kini hidup mulya, mandiri dan membanggakannya. Dia juga bersyukur pada istrinya yang mendidik anak-anaknya untuk berlaku hormat atas jerih payah bapaknya. Sebuah surga yang telah dia cicipi lebih dulu di dunia. Terima kasih ya Allah, Tuhanku satu-satunya!

Jelaslah anak-anak kita adalah pewaris kita, mereka juga memetik setiap kebaikan yang kita lakukan di dunia. Bahkan memetik buah yang dulu kita tanam bibit buahnya. Itu hak mereka dan kewajiban kitalah yang menanam itu, dan ini yang sering dilupakan para orang tua. Bahkan dalam kisah, mereka berhak menyeret kita ke neraka, meski kita sudah enak-enakan di Surga, bila kita menyengsarakan hidup mereka yang menyebabkannya jauh dari Sang Khalik. Nauzubillahi min zalik.

Sekarang lah saatnya untuk tidak lagi terpaku pola instant. Kalau saya menampilkan banyak buah-buah yang menarik dan tampak lezat di FB saya ‘Buah buah Impian’, bukan berarti untuk langsung dimakan, tapi memancing Anda untuk menanam bibit buahnya. Apalah artinya waktu menunggu berbuahnya bibit buah genjah yang cuma beberapa tahun atau hanya beberapa bulan saja. Bandingkan dengan orang tua kita yang perlu waktu belasan tahun untuk menikmati buahnya, hanya sebentar kan kita! Bahkan jika Anda punya uang lebih, beli aja yang sudah ada buahnya. Dan itu akan Anda nikmati terus, sampai anak cucu Anda. WOowww…..sebuah dunia penuh buah yang sebentar lagi Anda nikmati bila Anda mau menanamnya buat Anda sendiri atau lebih mulianya untuk anak-anbak kita!!!

dipublikasikan kembali oleh : https://aycuna.wordpress.com dari bibitbuah.com