Jadwal shalat mana yang harus kita ikuti? Mengikuti waktu kota keberangkatan atau kedatangan? Mungkin pertanyaan tersebut pernah terbersit bagi mereka yang sering bepergian jauh menggunakan pesawat terbang. Jika jarak perjalanan hanya satu atau 2 jam mungkin tidak terlalu masalah. Namun jika kita memakai pesawat terbang untuk jarak yang cukup jauh dan menembus perbedaan zona waktu dan waktu sholat, maka penghitung jadwal sholat untuk penumpang pesawat terbang ini akan sangat membantu.

Crescentrating, sebuah perusahaan perjalanan muslim, baru saja meluncurkan layanan terbarunya berupa Jadwal Shalat untuk Penumpang Pesawat Terbang. Layanan ini masih dalam masa percobaan dan meminta masukan dari para pengguna. Untuk sementara, jadwal shalat untuk pemakai pesawat ini tersedia dalam bahasa inggris dan arab. Sebanyak 125 airport atau pelabuhan udara telah dimasukkan dalam database mereka, dan akan terus diperbarui. Jika kita menginginkan, kita juga bisa mengusulkan untuk menambahkan bandar udara yang belum ada.

Tampilan penghitung jadwal shalat perjalanan udara itu cukup sederhana dengan disertai keterangan yang cukup membantu. Namun demikian, ada beberapa keterangan yang seharusnya ditampilkan tetapi belum ada di dalam situs webnya. Misalnya, apakah jadwal kedatangan yang harus kita masukkan itu mengacu kepada jam kota keberangkatan atau kepada waktu kota tujuan.

Sebuah inovasi baru pelayanan bagi kaum muslimin untuk bisa melaksanakan kewajibannya di mana saja dan kapan saja. Meskipun kita sebagai musafir diperkenankan menjamak sholat, namun layanan jadwal sholat ini akan sangat membantu untuk memperkirakan apakah kita cukup waktu untuk melaksanakan sholat wajib atau bisa melakukan jamak selama perjalanan.

Saya yakin aplikasi smartphone untuk jadwal sholat perjalanan udara ini akan segera muncul pula.

Silakan dicoba di: http://www.crescentrating.com/en/air-travel-prayer-time-calculator.html