Jakarta, RMOL. Terlepas dari keberadaan benua yang hilang, Atlantis, di Indonesia benar atau tidak, namun, yang pasti, pemikiran tersebut telah menyumbangkan persepsi baru terhadap bangsa Indonesia.

 

 

 

Demikian dituturkan Agus Aris Munandar, satu-satunya arkeolog yang diundang sebagai pembicara dalam diskusi panel bertajuk “Indonesia Asal Peradaban Dunia” yang digelar oleh yayasan Sulu Nusantara Bakti, Sabtu (27/3) kemarin.

 

 

 

Kendati pendapat mengenai Atlantis, yang berada di wilayah Nusantara, masih dianggap lemah, namun Agus berpendapat, teori tersebut justru menunjukkan bahwa Indonesia secara kebudayaan masih diperhitungkan oleh dunia luar. Lalu apakah anda percaya Atlantis ada?

 

 

 

“Segala kemungkinan bisa saja terjadi, yang pasti semua pendapat harus didasarkan dengan data yang valid,” kilah Agus seraya menyebutkan bahwa hanya satu orang yang mengetahui keberadaan Atlantis, yakni Plato.

 

 

 

Lebih lanjut Agus mengatakan, jika ingin membuktikan Atlantis berada di Laut Jawa, maka yang harus dilakukan kemudian yaitu mengeksplorasi dasar Laut Jawa untuk mencari sisa-sisa kebudayaan Atlantis. Dalam mitosnya, Plato mengungkapkan bahwa Atlantis adalah negeri subur, tertib dengan kebudayaan yang jauh lebih maju dari bangsa lain pada zamannya. Hingga suatu waktu negeri tersebut tenggelam oleh bencana alam. Ribuan tahun, legenda tersebut telah menggugah rasa penasaran di berbagai belahan dunia.

 

 

 

Sementara itu, sebuah buku berjudul “ATLANTIS-The Lost Continent Finally Found (The Definitive Location of Plato’s Lost Civilization)” diterbitkan terjemahannya di penghujung 2009, oleh seorang profesor bidang geologi dan nuklir asal Brazil, Arysio Santos, telah memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat, khususnya bagi peneliti dan pengamat.

 

 

 

Dalam karyanya itu, Santos mengungkapkan beberapa fakta fenomena alam di Indonesia yang mendukung lokasi Atlantis. Contohnya, banjir yang terjadi selama satu malam, bahasa Indonesia kuno adalah Dravida, alfabet sudah dikenal dalam zaman neolitik dan wilayah nusantara sebagai bagian integral India. Selain itu, penemuan artefak dari laut dangkal di kawasan ibu pertiwi. luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani. Akhirnya Santos pun menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia sekarang.

 

 

 

sumber : http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/0…is-Yang-Hilang-